Rembang TV / TVnya Orang Rembang

Selasa, 29 Mei 2018

Sejarah Embung Bulu (Waduk Taban) - Potensi Desa Bulu, Rembang, Jawa Tengah



Sejarah Embung Bulu

     Awal mula keberadaan embung Bulu, sekitar tahun 70-an itu ada dinas pengairan itu punya ide atau gagasan untuk membangun ini. Ini dulu dibangun sekitar 70-an itu yang punya ide yaitu  sider pengairan Pak Marno namanya. Mungkin dia tahu potensi disini, sehingga mungkin itu sebagai usulannya tingkat Kabupaten atau Provinsi , sehingga dibangunlah " Waduk Taban " ini.

      Kenapa disebut waduk taban? Karena dulu menurut sang penemu itu kalau waduk ini sudah jadi bisa menampung air kelebihan air taban dan kelbihan air mudal ditambah air hujan, maksudnya air banjir bisa diarahkan masuk ke waduk ini sehingga bisa menjadi penampungan air, setelah air ditampung di waduk akan untuk mengairi sawah. Setelah berkembangnya zaman dengan adanya sumber air taban diambil oleh PDAM sehingga masukan air waduk ini berkurang. Bertambah tahun berjalan akhirnya, fungsi irigasi tafi sudah tidak lagi berfungsi, sehingga yang diharapkan waduk ini bisa mengairi sawah di area tetangga desa yang menggunakan adalah yang mendapatkan saluran irigasi dari waduk. Daerah tetangga yaitu Desa Jaten, dengan keadaan seperti ini, mesyarakat muncul sebuah ide atau gagasan, berhubung waduk sudah tidak bisa difungsikan untuk irigasi, kemudian pada tahun 2012 masyarakat muncul gagasan untuk dijadikan objek wisata air dan sekarang dikenali dengan nama embung. Karena embung merupakan tempat penampungan air sehingga di dalam tidak ada sumber air yang  datang, namun hanya untuk menampung air hujan saat musim hujan.

      Adapun fungsi sebagai wisata air, juga difungsikan untuk ditaburu bibit ikan, agar ikannya bisa untuk di pancingi oleh umum. "Yang tahu wisata seperti itu kan dinas pengairan, sehingga pemerintah barang kali dana yang diperuntukkan membangun enbung itu masih melibatkan HANRA/ HANSIP dikerahkan setiap desa se-Kabupaten Rembang berkarya atau dikaryakan. Untuk membangun waduk ini dengan cara menggali tanah dan kemudian dinaikkan dan dibuat tanggul" ujar Pujiono.

      Suwono (warga desa Bulu) "Kemaren saya diikutkan dari desa studi banding di Ponggok, akhirnya saya tahu lokasi Ponggok seperti itu, akhirnya saya mempunyai niat membuat embung agar dibuat wisata seperti Ponggok tidak 100%, 60% itu sudah bagus untuk embung. Dan di Desa Bulu itu sudah setiap tahun ada pengunjung, karena lokasi dekat dengan makan Ibu Kita Kartini jadi tidak usah mendatangkan untuk mengambil promosi atau yang lainnya, itu sudah akhirnya bisa datang sendiri ke sini gara-gara disini sudah ada makam pahlawan. Kadang-kadang orang diminta kesadarannya saya ajak untuk membuat ini kadang-kadang" wong kok ngopeni embung, ono pamrihe opo? Dinggo po? " tapi saya tidak peduli yang penting masuk tujuan, anak cucu bisa merasakan ini, syukur-syukur say bisa melihat ramainya masalah babagan kegiatansaya ini".

      Batu trap ini sudah ngambil batunya tinggal masang, untul bambu rencana mau saya buat rumah apung dan rumah pohon. Tinggal pemasangannya, ini bari direndam di air nantinya biar kuat, nanti tinggal pengambilan belalang untuk atapnya. Nanti atapnya pakai alang-alang biar tidak kebanyakan biaya, karena apa? Ini kegiatan tidak ada biaya dari manapun, sukarelawan yang  penting ada airnya, bisa jalan kalau proyek mebutuhkan pohon nanti saya senso punya sendiri, tidak usah nyewa yang penting ada bensinnya. Untuk bensin juga saya yang mengadakan, karena saya yang punya niat waduk ini jadi.


Sumber: RembangTV

Rembang TV

About Rembang TV

Rembangtv, TVnya Orang Rembang.

Previous
Next Post »

Google Map

Postingan Populer

Rembang Data

TV News Bar Vector Image - from VectorStock

© 2020 Rembang TV. WP Rembang_TV Converted by REMBANGTV.
Proudly Powered by TV.