Rembang TV / TVnya Orang Rembang

Senin, 04 Juni 2018

Kedondong Bulu



Sejak lama, desa Bulu terkenal dengan buah kedondong karena buahnya yang besar-besar dan manis-manis. Sekitar 30 tahun yang lalu, Rembang khususnya Bulu terkenal dengan buah kedondongnya. Mungkin saat ini kita ingin mengembalikan dimana Bulu terkenal buah dondongnya. Kebun kedondong milik warga Bulu sekita 1 hektar ditanami buah kedondong, kurang lebih 100 pohonnya 1 jenis kedondong. Setahu saya kedondong seperti itu adalah kedondong hutan buahnya kecil-kecil dan lebih kecut, khususnya seperti ini buahnya besar- besar dan buahnya polos agak kecoklat-coklatan.


Kualitas kedondong karena bibitnya dari Bulu sendiri. Dulu ada Dinas Perkebunan, mungkin awal bibit dari Dinas Perkebunan kemudian dijual di umum dan sekaligus dikembangkan di Desa Bulu. Kurang lebih sudah 15 tahun dan 1 tahun bisa panen atau berbuah 2 kali, setelah daun rontok kemudian kembang.

Kebun Kedondong

Pujiono(warga desa Bulu, Rembang)

      Desa Bulu terkenal dengan buah kedondong karena buahnya yang besar-besar dan manis-manis. Sekitar 30 tahun yang lalu Rembang khususnya Bulu terkenal dengan buah kedondongnya. Mungkin saat ini kita ingin mengembalikan dimana Bulu terkenal buah dondongnya. Kebun kedondong milik warga Bulu sekita 1 hektar ditanami buah kedondong, kurang lebih 100 pohonnya 1 jenis kedondong. Setahu pak pujiono kedondong seperti itu adalah kedondong hutan buahnya kecil-kecil dan lebih kecut, khususnya seperti ini buahnya besar- besar dan buahnya polos agak kecoklat-coklatan.
      Kualitas kedondong karena bibitnya dari Bulu sendiri, dulu ada Dinas Perkebunan, mungkin awal bibit dari Dinas Perkebunan kemudian dijual di umum dan sekaligus dikembangkan di Desa Bulu. Kurang lebih sudah 15 tahun dan 1 tahun bisa panen atau berbuah 2 kali, setelah daun rontok kemudian kembang.

      Pemasarannya itu selama ini ada pedagang yang datang(ditebas), ditebas berapa pohon berapa juta. Jadi sepemilik tidak mengolah sendiri atau menjual sendiri di pasar, tetapi pedagang datang sediri ke rumah, itu yang pertama dan yang kedua pedagang dengan cara mengontrak selama beberapa tahun berapa juta, selama ini cara itu yang ditempuh sehingga penghasilan si pemilik kebun sendiri saya kira kurang maksimal karena disisi dikontrak sehingga menguntungkan pihak yang mengontrak mestinya. Jadi kita harapkan pengelola atau petani pemilik bisa menjual sendiri atau bisa diunduh dan dijual sendiri, saya kira hasilnya lebih maksimal.

      Yang penting dibawah pohon kedondong bersih dari rumput, penyakitnya hanya 1 yaitu ores-ores dengan kata lain sama dengan penyakit pohon mangga, itu kalau diobati atau dikasih obat semacam pestisida disuntikkan di lubang-lubang yang terkena virus itu bisa mati lebih mudah pemberantasan penyakitnya, tinggal orangnya rajin memelihara atau tidak kalau orangnya rajin, saya yakin penyakitnya tidak akan ada.Karena buah kedondong dibawahnya harus bersih, maka para petani mempunyai ide untuk menanami tanaman tumpang sari contohnya ditanami terong wuluh. Terong wuluh ini klau musim kemarau itu nanti hasilnya akan maksimal, karena sayuran dimusim kemarau kan sulit. Petani harus cukup memberikan airistilahnya diairi atau disirami setiap hari pagi atau sore sehingga tanaman dapat tumbuh denga subur dan buahnyapun saat panen bisa dijual mahal, paling tidak seperti itu harapannya.pengusaha sudah menerapkan sistem proyek mungkin petani ditawari, tapi ini disiapkan petani sendiri untuk tanaman tumpang sari seperti ini.

      Ada juga warga kami yang menanam tumpang sari dibawah pohon kedonsong dengan ditanami rumput jenis gajah odot, ini kambing mau, sapi juga mau, inipun sangat menguntungkan petani sendiri, dia tidak menjual kepasar justru orang yang membutuhkan datang kesini sendiri dengan cara satu ikat bisa 10 ribu, 15 ribu, sampai 20 ribu tinggal besar kecilnya ikatannya. Si petani yang menananm tidak repot-repot menjual, tapi peternak sapi atau kambing datang kesini sendiri untuk membeli sesuai kebutuhan mereka. Kemudian yang kedua rumput gadah odot ini setelah habis dipotong, kalau motongnya sampai rata dengan tanah itu akan dapat cepat tumbuh lagi, habis dipotong ditabur pupuk semacam poska atau non organik, itu akan cepat bersemi lagi sehingga tidak ada betasan berapa tahun rumput ini akan habis. Selama kita bisa memelihara dengan baik rumput ini akan tumbuh terus, keuntungannya disitu, kemudian dengan ditanami rumput sendiri pohon dondong tidak mengalami kekeringan tanahnya ataupun mengurangi produk buahnya. Jadi keadaan tanah tetap stabil dapat menyimpan air karena ada tanamannya sehingga pertumbuhan dondongpun tidak mengalami gangguan perkembangan. Rumput ini sudah banyak yang membeli untuk ditanam dan kemudian dikembangkan dengan caranya mereka membeli rumput untuk dikasih ke ternak itu yang dari pok-nya itu jarak 15 cm dipotong sehingga dapat ditanam kembali dan diatasnya dikasihkan ternak, jadi yang ditanam itu bonggolnya . dan lebih bagus lagi kalau ingin cepat tumbuh itu dijegol sampai akarnya dan ditanam lagi, kalau itu kan merugikan tanamannya. Jarak tanam idealnya 1×1 meter. 1 rumpun itu bisa tumbuh 15-20 batang.

Sumber: RembangTV

Rembang TV

About Rembang TV

Rembangtv, TVnya Orang Rembang.

Previous
Next Post »

Google Map

Postingan Populer

Rembang Data

TV News Bar Vector Image - from VectorStock

© 2020 Rembang TV. WP Rembang_TV Converted by REMBANGTV.
Proudly Powered by TV.